Kekhawatiran yang Terindah

Lelaki itu tidak bisa memejamkan matanya, sesekali matanya menerawang keatas, tak henti – hentinya dia mengernyitkan dahinya sambil berusaha untuk tidur, namun fikirannya sedang dan terus sibuk, ada yang mengganjal didalam hati dan fikirannya. Resahnya malam itu membuatnya membolak balikkan badannya.
.
.
.
Sang istri yang sedari tadi memperhatikan suaminya itu pun memberanikan dirinya untuk bertanya, dengan sangat hati – hati dia pun berucap: “wahai suamiku, apakah gerangan yang membuatmu tak bisa memejamkan matamu?”
.
.
.
Seakan tersadar dari penatnya fikiran, bola matanya memandang dalam kepada sang istri yang ada disampingnya. Hari itu, Baru saja datang hasil perdagangan dari hadromaut membawa uang sebanyak 700.000 dirham (sekitar 49 Milyar lebih saat ini). .
.
Senyum tipisnya merubah sedikit raut wajahnya, berat hela nafasnya memulai pembicaraan sepasang suami dan istri yang bertaqwa kepada Allah. .
.
.
“Apa sangkaan seorang yang mengaku beriman kepada Rabbnya, lalu begitu tenang menghabiskan malamnya, sedangkan seluruh harta ini ada didalam rumahnya?”. .
.
.
Sang istri tersenyum, jelas sudah persoalan yang membuat suaminya tak bisa tidur adalah kerisauan yang muncul dari pohon rindang bernama keimanan dan sedang mengeluarkan buah segarnya. .
.
.
“Wahai suamiku, jika itu yang engkau risaukan, maka kemanakah engkau esok pagi? Bukankah banyak dari sahabat – sahabatmu dan kerabatmu yang bisa kau bantu? Bagikanlah harta itu”. Jawaban seorang istri yang lahir dari keimanan tanpa takut hilangnya dunia dari pangkuannya.
.
.
.
Mendengar pernyataan seorang istri yang bertaqwa itu, dia pun memuji Allah, .
.
.
“Semoga Allah merahmatimu wahai istriku, sesungguhnya engkau adalah seorang wanita yang di berikan taufiq oleh Allah dan juga anak dari orang yang telah Allah berikan taufiq kepadanya”. .
.
.
Beliau adalah Ummu Kultsum RadliAllahu ‘anha putri dari sahabat mulia Abu Bakr Ash Shiddiq RadliAllahu ‘anhu.
.
.
.
Dan berpagi harilah sepasang suami istri yang bertaqwa kepada Allah dengan membagi – bagikan seluruh harta yang mereka dapatkan itu kepada kaum Muhajirin dan Anshar. .
.
.
Dialah Abu Muhammad Thalhah bin ‘Ubaidillah, seorang sahabat mulia yang disebut sebagai salah satu sahabat yang dijanjikan surga oleh Allah subhanahu wa ta’ala lewat lisan RasulNya yang mulia. Seorang yang gemerlap dunia tidak mampu menyilaukan pandangannya. Karena dia telah menjual dunianya untuk akhiratnya.

Semoga kita semua bisa memetik pelajaran berharga dari kisah hidupnya. Dan semoga Allah memberikan kepada kita semua kekuatan untuk mengikuti jejak mereka dalam mencontoh teladan mulia Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam.

Bekasi.
5 Safar 1439 Hijriyah

Abah Lukman
Kepala Kuttab Ummul Quro Indonesia

Follow kami untuk update info Kuttab Ummul Quro dan Pendidikan Nabawi.

Telagram : https://t.me/kuttabindonesia
Facebook : Kuttab Ummul Quro
Instagram : kuttabummulquropusat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *