Ilmu? Apa Maksudmu?

Tidak dapat kita pungkiri lagi, jika kita melihat fakta yang terjadi pada saat ini, maka hal tersebut akan sering kita temukan pada generasi dizaman ini. Mereka disekolahkan dengan harapan agar mereka mampu menjadi orang yang sukses dimasa yang akan mendatang, akan tetapi selama proses itu berlangsung, mereka selalu ditanamkan oleh orang tuanya, keluarganya, tetangganya, temannya, bahkan gurunya, agar senantiasa memiliki nilai yang bagus. Karena pada zaman ini, kebanyakan dari kita beranggapan bahwa nilai dapat menentukan masa depan.
.
.
.
Sadarkah kita wahai orangtua, bahwa hal tersebut ternyata hanya menanamkan kekeliruan terhadap berfikir mereka dalam menuntut ilmu. Sehingga, jika hal seperti ini terus dibiarkan begitu saja, maka jangan pernah berharap akan lahir dari generasi ini, orang-orang hebat yang akan meneruskan peradaban Islam, dikarenakan rusaknya pemikiran anak-anak bahwa mereka datang ke sekolah, mereka menuntut ilmu, hanya karena untuk mendapatkan nilai yang bagus.
.
.
.
Logikanya, jika anak terus ditekan untuk menuntut ilmu hanya karena untuk mendapatkan nilai yang bagus, nilai yang sempurna, dan kalau mereka mendapatkan nilai yang kurang memuaskan, mereka akan di cap sebagai anak yang gagal, maka mereka akan menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan nilai yang bagus. Biarlah fakta yang membuktikan, betapa banyak anak di zaman ini, mereka belajar bertahun-tahun, akan tetapi karena mereka dituntut untuk mendapatkan nilai yang bagus dalam ujian kelulusan mereka, merekapun rela mencontek jawaban dari teman, karena takut tidak mendapatkan nilai yang diharapkan.
.
.
.
Apa yang bisa kita harapkan dari generasi ini? jika mereka tidak mengetahui betapa pentingnya menuntut ilmu. Apa yang bisa kita harapkan dari generasi ini? jika tidak adanya keseriusan dalam menuntut ilmu. Apa yang bisa kita harapkan dari generasi ini? jika mereka menuntut ilmu hanya karena ingin mendapatkan nilai yang bagus. Dan apa yang bisa kita harapkan dari generasi ini? Jika mereka menuntut ilmu bukan karena keimanan, akan tetapi karena paksaan.

.

.

.

Bukankah kita menginginkan generasi penerus kita mampu untuk jauh lebih baik daripada kita saat ini? Akan tetapi bagaimana mereka bisa menjadi apa yang kita harapkan, jika disampaikan kepada mereka “ayo kita menuntut ilmu” mereka hanya dapat berkata, “ilmu? Apa maksudmu?”, karena yang ada didalam benak mereka hanya bagaimana cara mereka agar dapat memiliki nilai yang bagus.

Ilmu penting untuk dimiliki, akan tetapi jangan pernah lupa untuk menyampaikan kepada anak-anak kita tentang apa yang akan mereka dapatkan jika mereka menuntut ilmu. Sampaikanlah kepada mereka tentang balasan dari Allah _Subhanahu wa Ta’aalaa_ terhadap orang yang memiliki ilmu. Sampaikanlah kepada mereka sabda Nabi _Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam_ tentang balasan bagi orang yang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu. Sampaikanlah kepada mereka kisah para generasi emas terdahulu dalam menuntut ilmu, agar mereka senantiasa bergerak, dan melakukan segala sesuatu karena keimanan, bukan karena paksaan.

Maka, tanamkanlah keimanan kepada mereka. Karena hal tersebut akan menghadirkan keikhlasan dalam menjalankannya, sehingga insyaa Allah lahirlah kembali generasi penerus peradaban Islam, yang mampu mengembalikan kejayaan Islam.

Wallahu a’lam bishshawwaab, fa’tabiru yaa ulil abshaar.

#imansebelumquran #adabsebelumilmu #ilmusebelumamal

Bekasi, 28 Oktober 2017

Firdaus Akbari Fitroh Januar
Wakil Kepala Kuttab Ummul Quro

Follow kami untuk update info Kuttab Ummul Quro dan Pendidikan Nabawi.

Telagram : https://t.me/kuttabindonesia
Facebook : Kuttab Ummul Quro
Instagram : kuttabummulquro

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *